MANAJEMEN UMUM (Soft Skill)

Gambaran umum Manajemen
Manajemen
Proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan pekerjaan anggota
organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran organisasi
yang sudah ditetapkan.
Fungsi – fungsi manajemen terbagi atas 2 :
a. Manajemen Fungsional
Hanya bertanggung jawab untuk satu bidang.
b. Manajemen Umum
Bertanggung jawab atas semua aktivitas manajemen.
Tingkatan Manajemen :
1. Manajer Lini Pertama,tingkat paling rendah dalam sebuah organisasi dimana orang bertanggung
jawab atas pekerjaan orang lain.
2. Manajer menengah, prinsip tanggung jawab manajer menengah adalah mengarahkan aktivitas
yang mengimplementasikan kebijakan organisasi dan menyeimbangkan permintaan manajer
mereka dengan kapasitas karyawan.
3. Manajer puncak, bertanggung jawab untuk manajemen keseluruhan dari sebuah organisasi.
Biasanya nama jabatan manajer puncak adalah chief executive officer, presiden dan wakil
presiden.
Keterampilan manajemen :
a. Keterampilan teknis
b. Keterampilan manusiawi
c. Keterampilan Konseptual

Evolusi Teori Manajemen :
1. Aliran Manajemen Ilmiah, muncul sebagai bagian dari kebutuhan untuk meningkatkan
produktivitas.
Prinsip-prinsip manajemen ilmiah menurut Frederick W. Taylor :
a. Perkembangan manajemen ilmiah yang sebenarnya, jadi metode terbaik untuk melaksanakan
setiap tugas dapat ditentukan.
b. Seleksi ilmiah para pekerja, sehingga setiap pekerja akan diberi tanggung jawab melakukan
tugas yang paling cocok dengannya.
c. Pendidikan dan pengembangan Ilmiah para pekerja.
d. Kerja sama bersahabat dan secara pribadi antara manajemen dan tenaga kerja.
2. Aliran Teori Organisasi Klasik, muncul sebagai bagian dari kebutuhan untuk menemukan
pedoman pengelolaan organisasi kompleks.
14 Prinsip manajemen menurut Henri Fayol :
1. Pembagian tugas
2. Wewenang
3. Disiplin
4. Kesatuan Komando
5. Kesatuan Pengarahan
6. Kepentingan individual di bawah kepentingan umum
7. Imbalan
8. Sentralisasi
9. Hierarki
10. Susunan
11. Keadilan
12. Stabilitas staf
13. Inisiatif
14. Semangat Korps
3. Aliran Tingkah Laku, Sekelompok sarjana manajemen yang terlatih dalam bidang sosiologi,
psikologi serta bidang-bidang terkait yang menggunakan beraneka ragam pengetahuan mereka
untuk memahami dan menjalankan manajemen organisasi secara lebih efektif.
4. Aliran Kuantitatif (ilmu manajemen), pendekatan masalah manajemen dengan penggunaan
teknik matematik untuk membuat model, menganalisis dan menyelesaikannya.

Manajemen dan lingkungan eksternal.
Lingkungan eksternal adalah semua elemen di luar suatu organisasi yang relevan untuk
operasinya; termasuk elemen tindakan langsung dan tindakan tidak langsung.
Elemen tindakan langsung (pihak yang berkepentingan) adalah elemen dari lingkungan yang
secara langsung mempengaruhi aktivitas organisasi.
Terdiri dari 2 pihak : internal dan eksternal.
Elemen tindakan tidak langsung adalah elemen lingkungan eksternal yang mempengaruhi iklim
tempat aktivitas berlangsung, tetapi tidak langsung mempengaruhi organisasi.

PERENCANAAN
• Proses penentuan tujuan, penerjemahan ke dalam strategi, kebijaksanaan dan program
organisasi.

Ada 4 Tahap dasar perencanaan :
1. Pengamatan situasi, Penyelidikan yang lengkap mempunyai tiga aspek : mendefinisikan
masalah, mendiagnosis dan menentukan tujuan.
2. Kembangkan alternatif, biasanya manajer menggunakan cara brainstorming (suatu teknik
pengambilan keputusan dan pemecahan masalah, individu di dlmnya mencoba meningkatkan
kreativitas dengan cara mengajukan alternatif secara spontan tanpa memperhatikan
kenyataan atau tradisi).
3. Mengevaluasi alternatif dan memilih yang terbaik.
4. Mengimplementasikan keputusan dan memonitor hasil.
Ada 2 tipe perencanaan :
a. Strategic Plan (rencana strategis),
Didesain oleh manajer tingkat tinggi dan menentukan sasaran secara luas untuk organisasi.
b. Operational Plan (rencana operasional)
Berisi rencana terperinci untuk melaksanakan atau mengimplementasikan rencana strategis
dalam kegiatan sehari-hari perusahaan.
Menurut waktunya, ada 2 jenis perencanaan :
1. Single-use plan (rencana sekali pakai),
Tindakan terinci yang digunakan sekali atau hanya kadang-kadang untuk memecahkan
masalah yang tidak muncul berulang kali.
2. Standing Plan (Rencana berkelanjutan),
Seperangkat keputusan yang telah ditetapkan, dipergunakan oleh manajer untuk menangani
aktivitas organisasi ; tipe utamanya adalah kebijakan, prosedur dan peraturan.
MENGGUNAKAN PROSEDUR UNTUK MEMPERMUDAH IMPLEMENTASI.
• Kebijakan dan prosedur merupakan peralatan yang berdaya guna untuk
mengimplementasikan strategi dan memperoleh komitmen lebih besar dari karyawan.
• Untuk menunjukkan hal ini, kita akan melihat prosedur untuk menentukan tujuan tahunan
(annual objectives), manajemen berdasarkan tujuan (management by objectives) dan sistem
imbal jasa.

a. Annual Objectives
Tujuan ini menentukan dengan tepat apa yang harus dicapai setiap tahun untuk mencapai
sasaran strategis organisasi.
Dalam proses, tujuan tahunan juga menyediakan target spesifik bagi para manajer untuk
prestasi tahun yang akan datang.
b. Management By Objectives (MBO)
Suatu set prosedur formal yang menetapkan dan meninjau kemajuan ke arah sasaran
bersama untuk manajer dan bawahan.
MBO memberikan cara memadukan dan memfokuskan usaha dari seluruh anggota organisasi
pada sasaran manajemen yang lebih tinggi dan strategi organisasi secara keseluruhan.
Kunci MBO adalah desakan pada keterlibatan aktif manajer dan anggota staf di setiap tingkat
organisasi.
Program MBO yang efektif mempunya 6 elemen :
a. Komitmen pada program.
Di setiap tingkat organisasi, komitmen manajer terhadap pencapaian tujuan organisasi
serta pada proses MBO diperlukan agar program menjadi efektif.
Manajer harus bertemu dengan mereka yang dibawah supervisinya, untuk menentukan
tujuan dan meninjau kemajuan ke arah tujuan.
b. Menetapkan sasaran tingkat puncak
Program MBO yang efektif biasanya dimulai dengan manajer puncak, yang menentukan
strategi organisasi dan menetapkan sasaran pendahuluan yang serupa dengan tujuan
tahunan (annual objectives) dalam isi dan istilah.
c. Sasaran Individual
Setiap manajer dan staf mempunyai tanggung jawab pekerjaan dan tujuan yang jelas.
Maksudnya adalah untuk membantu karyawan memahami dengan jelas apa yang
diharapkan untuk mereka kerjakan dan membantu setiap orang merencanakan secara
efektif untuk mencapai sasaran yang menjadi target mereka.

d. Partisipasi
Semakin besar partisipasimanajer dan karyawan dalam menetapkan sasaran, semakin
besar kemungkinan sasaran akan tercapai.
e. Otonomi dalam mengimplementasikan rencana
Setelah tujuan disetujui, individu diberi kebebasan yang besar dalam memilih cara untuk
mencapainya, tanpa perlu mendapat persetujuan manajer tingkat tinggi.
f. Tinjauan prestasi kerja
Manajer dan karyawan secara periodik bertemu untuk meninjau kemajuan ke arah tujuan.
Dalam tinjauan tersebut, mereka memutuskan masalah apa yang ada dan yang dapat
dikerjakan oleh masing-masing pihak. Bila perlu, tujuan bisa dimodifikasi pada periode
peninjauan berikutnya.
PENGORGANISASIAN
• Sebuah organisasi adalah pola hubungan –banyak hubungan yang saling terjalin secara
simultan- yang menjadi jalan bagi orang, dengan pengarahan dari manajer, untuk mencapai
sasaran bersama.
• Proses manajerial dari pengorganisasian termasuk pembuatan keputusan, penciptaan
kerangka kerja, sehingga organisasi tersebut dapat bertahan dari keadaan yang baik pada
masa kini hingga masa depan.
Teori-teori organisasi :
a. Menurut G. R Terry :
1. Pengorganisasian dalam pengertian real (real sense) menunjukkan hubungan antar
manusia sebagai akibat organisasi.
2. Pengorganisasian dalam pengertian abstrak menunjukkan hubungan antara unit-unit /
departemen-departemen kerja.
b. Menurut Drs. M. Manullang :
1. Organisasi dalam arti dinamis adalah suatu proses penetapan dan pembagian pekerjaan
yang akan dilakukan, pembatasan tugas-tugas atau tanggung jawab serta wewenang dan penetapan hubungan-hubungan antara unsur-unsur organisasi, sehingga memungkinkan
orang-orang dapat bekerja bersama seefektif mungkin untuk pencapaian tujuan.
2. Organisasi dalam arti statis adalah setiap gabungan yang bergerak ke arah tujuan
bersama, dengan istilah populer adalah struktur organisasi atau bagan organisasi. Jadi
organisasi dalah arti dinamis disebut pengorganisasian, dalam arti statis disebut
organisasi.
c. Menurut Drs. Soekarno K. :
1. Organisasi sebagai alat manajemen adalah wadah, tempat manajemen, sehingga
memberikan bentuk bagi manajemen yang memungkinkan manajer dapat bergerak. Jadi,
sama dengan organisasi dalam arti statis.
2. Organisasi sebagai fungsi manajemen (organisasi dalam pengertian dinamis) adalah
organisasi yang memberikan kemungkinan bagi manajemen dapat bergerak dalam batas
tertentu. Organisasi dalam arti dinamis berarti organisasi itu mengadakan pembagian
pekerjaan.
d. Menurut Koontz & O’Donnel
1. Fungsi pengorganisasian manajer meliputi penentuan penggolongan kegiatan-kegiatan
yang diperlukan untuk tujuan perusahaan, pengelompokkan kegiatan tersebut ke dalam
suatu bagian yang dipimpin oleh seorang manajer,serta melimpahkan wewenang untuk
melakukannya.
e. Menurut Prof. Dr. Sondang P. Siagian :
1. Organisasi ialah suatu bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja
bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian tujuan yang telah
ditentukan dan dalam ikatan itu terdapat seorang atau sekelompok orang yang disebut
bawahan.
f. Menurut James D. Mooney :
1. Organisasi adalah setiap bentuk perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
g. Menurut Chester I. Barnard :
1. Organisasi adalah suatu sistem kerja sama yang terkoordinasi secara sadar dan dilakukan
oleh dua orang atau lebih.
h. Menurut Prof. Dr. Mr. S. Pradjudi Atmosudiro :
1. Organisasi adalah struktur tata pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara
sekelompok orang pemegang posisi yang bekerja sama secara tertentu untuk bersamasama
mencapai suatu tujuan tertentu.
Aspek-aspek penting dari definisi-definisi di atas adalah :
1. Adanya kelompok orang yang bekerja sama.
2. Adanya tujuan tertentu yang akan dicapai
3. Adanya pekerjaan yang akan dikerjakan
4. Adanya penetapan dan pengelompokkan pekerjaan
5. Adanya wewenang dan tanggung jawab
6. Adanya pendelegasian wewenang
7. Adanya hubungan (relationship) satu sama lain
8. Adanya penempatan orang-orang yang akan melakukan pekerjaan
9. Adanya tata tertib yang harus ditaati.
Macam-macam organisasi :
a. Berdasarkan proses pembentukannya :
1. Organisasi formal : Organisasi yang dibentuk secara sadar dengan tujuan-tujuan tertentu,
yang diatur dengan ketentuan-ketentuan formal (misalnya : AD, ART dan peraturan tertulis).
2. Organisasi informal : Organisasi yang terbentuk tanpa disadari sepenuhnya, dengan tujuan
yang juga tidak sepenuhnya disadari karena terjalin lewat hubungan-hubungan pribadi yang
tidak tertulis.
b. Berdasarkan kaitannya dengan pemerintah :
1. Organisasi resmi, organisasi yang dibentuk oleh (atau ada hubungannya dengan)
pemerintah, misalnya jawatan, lembaga pemerintah, perusahaan negara, dll.
2. Organisasi tidak resmi, organisasi yang tidak ada hubungannya dengan pemerintah,
misalnya organisasi swasta.
c. Berdasarkan skala (ukuran) :
1. Organisasi besar
2. Organisasi sedang (menengah)
3. Organisasi kecil
d. Berdasarkan tujuan :
1. Public organization (organisasi pelayanan), organisasi sosial yang tujuan utamanya untuk
melayani kepentingan umum, tanpa perhitungan untung-rugi; tujuannya adalah layanan dan
bukan laba. Misalnya pemerintah, yayasan, dll.
2. Business organization (organisasi perusahaan), organisasi yang didirikan untuk tujuan
komersil (mendapatkan laba)dan semua tindakannya selalu bermotifkan laba (profit motive).
e. Berdasarkan organization chart (bagan organisasi) :
1. Berbentuk segitiga vertikal, pada bagan organisasi ini, manajemen puncak terdapat pada
puncak segitiga, semakin dekat ke puncak segitiga, jabatan semakin tinggi dan sebaliknya.
Bagan organisasi ini semakin ke bawah semakin melebar.
2. Berbentuk segitiga horisontal dari kiri ke kanan, manajemen puncak terdapat pada sebelah
kiri dan cara membacanya dari kiri ke kanan. Bagan ini melebar ke kanan, berarti posisi
yang paling kanan adalah kedudukan yang paling rendah.
3. Berbentuk lingkaran (circulair), menurut bagan ini puncak manajemen terdapat pada pusat
lingkaran; semakin dekat posisi jabatan ke pusat lingkaran, semakin penting fungsinya.
Struktur departemen organisasi secara formal dapat dilakukan dengan tiga cara pokok :
1. Departementasi Fungsional, organisasi menurut fungsi menyatukan semua orang yang
terlibat dalam satu aktivitas atau beberapa aktivitas berkaitan yang disebut fungsi dalam satu
departemen. Seperti pemasaran atau keuangan dikelompokkan ke dalam 1 unit.
2. Departementasi divisional, departemen perusahaan besar yang berupa bisnis terpisah;
mungkin ditujukan untuk membuat dan menjual produk spesifik atau melayani pasar spesifik.
3. Organisasi proyek dan matriks, struktur sebuah organisasi yang di dalamnya setiap
karyawan melapor kepada manajer fungsional atau manajer divisi.

KOORDINASI
• Suatu usaha kerja sama antara badan, instansi, unit dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu,
sehingga terdapat saling mengisi, saling membantu dan saling melengkapi.
• Orang yang menggerakkan / mengkoordinasi unsur-unsur manajemen untuk mencapai tujuan
disebut koordinator (manajer).
Teori-teori koordinasi :
a. Menurut E. F. L. Brech dalam bukunya, The Principle and Practice of Management :
• Koordinasi adalah mengimbangi dan menggerakkan tim dengan memberikan lokasi kegiatan
pekerjaan yang cocok kepada masing-masing dan menjaga agar kegiatan itu dilaksanakan
dengan keselarasan yang semestinya di antara para anggota itu sendiri.
b. Menurut G. R. Terry dalam bukunya, Principle of Management :
• Koordinasi adalah suatu usaha yang sinkron / teratur untuk menyediakan jumlah dan waktu
yang tepat dan mengarahkan pelaksanaan untuk menghasilkan suatu tindakan yang
seragam dan harmonis pada sasaran yang telah ditentukan.
Menurut tinjauan manajemen, koordinasi menurut Terry meliputi :
1. Jumlah usaha baik secara kuantitatif, maupun secara kualitatif
2. Waktu yang tepat dari usaha-usaha tersebut
3. Directing atau penentuan arah usaha-usaha tersebut

Syarat-syarat koordinasi :
1. Sense of Cooperation, perasaan untuk saling bekerja sama, dilihat per bagian.
2. Rivalry, dalam perusahaan besar, sering diadakan persaingan antar bagian, agar saling berlomba
untuk kemajuan.
3. Team Spirit, satu sama lain per bagian harus saling menghargai.
4. Esprit de Corps, bagian yang saling menghargai akan makin bersemangat.

Sifat-sifat koordinasi :
1. Koordinasi adalah dinamis, bukan statis.
2. Koordinasi menekankan pandangan menyeluruh oleh seorang manajer dalam kerangka mencapai
sasaran.
3. Koordinasi hanya meninjau suatu pekerjaan secara keseluruhan.

Koordinasi dibedakan atas :
1. Koordinasi vertikal, tindakan-tindakan atau kegiatan penyatuan, pengarahan yang dijalankan
oleh atasan terhadap kegiatan unit-unit, kesatuan kerja yang ada di bawah wewenang dan tanggung jawabnya.
2. Koordinasi horisontal, tindakan-tindakan atau kegiatan penyatuan, pengarahan yang dijalankan
terhadap kegiatan dalam tingkat organisasi yang setingkat.
Koordinasi horisontal terbagi :
a. Interdiciplinary, Koordinasi dalam rangka mengarahkan, menyatukan tindakan,
mewujudkan, menciptakan disiplin antara unit yang satu dengan unit yang lain secara
intern maupun ekstern pada unit-unit yang sama tugasnya.
b. Inter-Related, koordinasi antar badan (instansi). Unit-unit yang fungsinya berbeda, tetapi
instansinya saling berkaitan secara intern-ekstern yang selevel.
Cara mengadakan Koordinasi :
1. Memberikan keterangan langsung dan secara bersahabat. Keterangan mengenai pekerjaan
saja tidak cukup, karena tindakan yang tepat haru sdiambil untuk menciptakan,
menghasilkan koordinasi yang diharapkan.
2. Mensosialisasikan tujuan kepada para anggota, agar tujuan tersebut berjalan secara
bersama, tidak sendiri-sendiri.
3. Mendorong anggota untuk bertukar pikiran, mengemukakan ide, dll.
4. Mendorong anggota untuk berpartisipasi dalam tingkat perumusan dan penciptaan sasaran.
Coordination dan Cooperation :
Koordinasi berhubungan dengan sinkronisasi, jumlah, waktu, arah dan mempunyai arti lebih
luas daripada kooperasi. Kooperasi adalah tindakan bersama oleh sejumlah orang terhadap tujuan yang sama.

WEWENANG, DELEGASI,
SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI

Definisi wewenang :
c. Menurut Louis A. Allen dalam bukunya, Management and Organization :
• Wewenang adalah jumlah kekuasaan (powers) dan hak (rights) yang didelegasikan pada
suatu jabatan.
d. Menurut Harold Koontz dan Cyril O’Donnel dalam bukunya, The Principles of Management :
• Authority adalah suatu hak untuk memerintah / bertindak.
e. Menurut G. R. Terry :
• Wewenang adalah kekuasaan resmi dan kekuasaan pejabat untuk menyuruh pihak lain
supaya bertindak dan taat kepada pihak yang memiliki wewenang itu.
f. Menurut R. C. Davis dalam bukunya, Fundamentals of Management :
• Authority adalah hak yang cukup, yang memungkinkan seseorang dapat menyelesaikan
suatu tugas/kewajiban tertentu.
Jadi, wewenang adalah dasar untuk bertindak, berbuat dan melakukan kegiatan/aktivitas perusahaan.
Tanpa wewenang orang-orang dalam perusahaan tidak dapat berbuat apa-apa.

Wewenang terbagi atas 3 jenis :
a. Line Authority (wewenang lini), wewenang manajer yang bertanggung jawab langsung, di
seluruh rantai komando organisasi, untuk mencapai sasaran organisasi.
b. Staff Authority (wewenang staf), wewenang kelompok, individu yang menyediakan saran dan
jasa kepada manajer lini.
c. Functional Authority (wewenang fungsional), wewenang anggota staf departemen untuk
mengendalikan aktivitas departemen lain karena berkaitan dengan tanggung jawab staf spesifik.

Definisi Kekuasaan :
Kuasa adalah kekuatan, seseorang yang disegani karena mempunyai kekuatan tertentu, baik
kekuatan fisik, mental maupun karena mempunyai pengaruh yang cukup luas.
Sumber-sumber Kekuasaan :
a. Reward Power (kekuasaan menghargai), didasarkan pada kemampuan seseorang untuk
memberi penghargaan kepada orang lain, untuk melaksanakan perintah/memenuhi
persyaratan prestasi kerja.
b. Coercive Power (kekuasaan memaksa), didasarkan pada kemampuan orang yang
mempengaruhi untuk menghukum orang yang dipengaruhi jika tidak memenuhi persyaratan.
c. Legitimate Power (kekuasaan sah), kekuasaan ini ada jika seseorang karyawan atau orang
yang dipengaruhi mengakui bahwa orang yang mempengaruhi memang berhak untuk
menggunakan pengaruh dalam batas-batas tertentu.
d. Expert Power (kekuasaan keahlian), didasarkan pada persepsi / keyakinan bahwa orang yang
mempengaruhi mempunyai keahlian relevan/pengetahuan khusus yang tidak dimiliki oleh
orang yang dipengaruhi.
e. Referent Power (kekuasaan rujukan), didasarkan pada keinginan orang yang dipengaruhi
untuk dihubungkan dengan atau meniru orang yang mempengaruhi. Delegasi
Tindakan memberikan wewenang dan tanggung jawab formal untuk menyelesaikan aktivitas
spesifik kepada bawahan.

Definisi Delegasi menurut para ahli :
a. Menurut Ralph C. Davis :
• Pendelegasian wewenang hanyalah tahapan dari suatu proses ketika penyerahan
wewenang berfungsi melepaskan kedudukan dengan melaksanakan pertanggung jawaban.
b. Menurut Louis A. Allen :
• Pendelegasian adalah proses yang diikuti oleh seorang manajer dalam pembagian kerja
yang ditimpakan padanya, sehingga ia dapat memperoleh orang-orang lain untuk membantu
pekerjaan yang tidak dapat ia kerjakan.
Sentralisasi
Sebagian besar wewenang/kekuasaan masih tetap dipegang oleh manajer puncak. Hanya
sebagian kecil saja disebarkan ke seluruh struktur organisasi.
Desentralisasi
Sebagian kecil wewenang/kekuasaan dipegang oleh manajer puncak, sedang sebagian besar
kekuasaan menyebar pada seluruh struktur organisasi.
PENYUSUNAN PERSONALIA DAN ORGANISASI
Human Resource Planning :
• Perencanaan masa depan kebutuhan personnel sebuah organisasi, memperhatikan aktivitas
internal dan berbagai faktor dalam lingkungan eksternal.
Recruitment :
• Mengembangkan kumpulan calon tenaga kerja dalam hubungan dengan rencana sumber
daya manusia.
Selection :
• Proses saling menguntungkan, organisasi memutuskan apakah akan menawarkan
pekerjaan atau tidak dan calon memutuskan apakah akan menerima tawaran atau tidak.
Training Program :
• Proses yang didesain untuk mempertahankan atau memperbaiki prestasi kerja saat ini.
Developmental Program :
• Proses mendesain untuk pengembangan keterampilan yang perlu demi aktivitas pekerjaan

PENGARAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI

Motivasi :
• Pemberian daya perangsang atau kegairahan kerja kepada pegawai, agar bekerja dengan
segala daya upayanya.
Teori-teori motivasi :
a. Teori motivasi klasik
Teori motivasi Frederik Winslow Taylor, dinamakan teori motivasi klasik karena ia memandang
motivasi para pekerja hanya dari sudut pemenuhan kebutuhan biologis saja. Kebutuhan biologis
tersebut dipenuhi melalui gaji/upah yang diberikan, baik berupa uang ataupun barang sebagai
imbalan dari prestasi yang telah diberikannya.
Dengan demikian teori ini beranggapan bahwa jika gaji pekerja ditingkatkan maka dengan
sendirinya ia akan lebih bergairah bekerja.
b. Teori motivasi Abraham H. Maslow
Seseorang bekerja karena adanya dorongan untuk memenuhi bermacam-macam kebutuhan.
Maslow berpendapat, kebutuhan seseorang berjenjang, artinya bila kebutuhan pertama telah
terpenuhi, maka kebutuhan tingkat dua menjadi utama, begitu seterusnya.
c. Teori motivasi dua faktor dari Frederick Herzberg
ia beranggapan bahwa orang dalam melaksanakan pekerjaannya dipengaruhi oleh dua faktor
yang merupakan kebutuhan, yaitu :
1. Maintenance factors (faktor-faktor pemeliharaan), merupakan kebutuhan yang berlangsung
terus-menerus, karena kebutuhan ini akan kembali pada titik nol setelah dipenuhi.
2. Motivation factors (faktor-faktor motivasi), menyangkut kebutuhan psikologis seseorang, faktor
motivasi ini berhubungan dengan penghargaan terhadap pribadi yang secara langsung
berkaitan dengan pekerjaan.
c. Teori motivasi Human Relations
Teori ini mengutamakan hubungan seseorang dengan lingkungannya. Dikatakan bahwa
seseorang akan berprestasi, bila diterima dan diakui dalam lingkungannya.
d. Teori motivasi Claude S. George
Teori ini menyatakan bahwa seorang mempunyai kebutuhan yang berhubungan dengan tempat dan suasana di lingkungan ia
bekerja. Antara lain :
1. Upah yang layak
2. Kesempatan untuk maju
3. Pengakuan sebagai individu
4. Keamanan kerja
5. Tempat kerja yang baik
6. Penerimaan olek kelompok
7. Perlakuan yang wajar
8. Pengakuan atas prestasi

Komunikasi
Merupakan hal penting dalam manajemen untuk menyampaikan perintah, informasi, berita,
laporan maupun dalam hal menjalin hubungan antara seseorang dengan orang lain.
Proses Komunikasi
1. Komunikator (giver) mempunyai ide yang merangsangnya/stimulus untuk disampaikan
kepada komunikan (receiver).
2. Ide dialihkan ke dalam lambang-lambang komunikasi
3. Lambang/simbol tersebut dikeluarkan melalui saluran
4. Simbol komunikasi dipersepsi, ditafsirkan, jika dimengerti, maka
5. Terjadi action/feed back/kelakuan dan timbullah interaksi.
Hambatan komunikasi
1. Hambatan semantis – hambatan bahasa yang disebabkan kata-kata atau kalimat yang
dipergunakan yang artinya bermacam-macam.
2. Hambatan teknis - hambatan yang disebabkan oleh alat-alat teknis yang dipergunakan kurang
baik/rusak, misalnya mikropon kurang baik, telepon kurang baik dll.
3. Hambatan biologis – hambatan yang ditimbulkan oleh kurang baiknya pendengaran/ucapan
komunikator, misalnya tuli, gagu.
4. Hambatan physiologis – hambatan kejiwaan yang disebabkan oleh perbedaan status, keadaan.
Misalnya mahasiswa yang sedang ujian sidang.
5. Hambatan persepsi – hambatan yang disebabkan kurang mampunya penangkapan, daya nalar
komunikan dll, sehingga ia menafsirkan isi pesan berbeda dengan apa yang dimaksudkan oleh
komunikator.
Kepemimpinan
Proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari anggota
kelompok. Tipe-tipe Kepemimpinan
a. Deserter, tipe pemimpin yang perhatiannya terhadap produksi maupun terhadap manusia
pekerjanya rendah ; gaya kepemimpinan terburuk.
b. Missionary, tipe pemimpin yang perhatiannya terhadap produksi rendah, sedangkan
perhatian terhadap manusia pekerjanya paling besar ; gaya kepemimpinan berorientasi pada
manusia pekerja.
c. Autocrat, tipe pemimpin yang perhatiannya terhadap produksi paling besar sedangkan
perhatian terhadap manusia pekerjanya rendah ; gaya kepemimpinan berorientasi pada
produksi.
d. Compromiser, tipe pemimpin yang perhatiannya terhadap produksi, maupun terhadap
manusia pekerja sedang-sedang saja ; gaya kepemimpinan berimbang.
e. Executive, tipe pemimpin yang perhatiannya baik terhadap produksi maupun terhadap
manusia pekerjanya paling besar ; gaya kepemimpinan terbaik.
Teori X dan Y dari Mc Gregor
a. Teori X beranggapan bahwa :
– Rata-rata karyawan itu malas dan tidak suka bekerja.- Umumnya karyawan tidak berambisi dan menghindarkan tanggung jawab.
– Karyawan lebih suka dibimbing, diperintah dan dikendalikan.
– Karyawan lebih mementingkan diri sendiri dan tidak mempedulikan sasaran organisasi.
Tipe kepemimpinan teori x adalah “otoriter” sedang gaya kepemimpinannya berorientasi pada
“prestasi”.
b. Teori Y beranggapan bahwa :
Rata-rata karyawan rajin dan sesungguhnya bekerja, sama wajarnya dengan bermainmain
dan beristirahat.
Lazimnya karyawan dapat memikul tanggung jawab dan berambisi untuk maju.
Karyawan selalu berusaha untuk mencapai sasaran organisasi dan mengembangkan
dirinya untuk mencapai sasaran itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: